Menu
Macam Bidang Pelayanan Fisioterapi

Macam Bidang Pelayanan Fisioterapi

Berbagai Macam Bidang Pelayanan Fisioterapi

 

            Sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan, fisioterapi mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Dengan kata lain pelayanan fisioterapi tidak hanya bagi pasien yang membutuhkan program pengobatan dan rehabilitasi tetapi juga diperuntukkan bagi mereka yang butuh edukasi dalam pencegahan gangguan gerak serta fungsi dari anak-anak sampai usia lanjut. Selain keberagaman latar belakang klien yang dapat ditangani, cakupan bidang pelayanan fisioterapi juga beragam dan terdiri dari beberapa spesialisasi.

 

Berbagai macam bidang pelayanan atau spesialisasi fisioterapi terbagi berdasarkan sistem organ tubuh maupun karakteristik klien/pasien yang ditangani. Bidang pelayanan fisioterapi secara umum dibagi menjadi fisioterapi muskuloskeletal, fisioterapi neuromuskular, fisioterapi kardiovaskulopulmonal, serta fisioterapi integumen dan kesehatan wanita. Berikut ini akan dibahas satu persatu ke-empat spesialisasi fisioterapi tersebut:

 

  1. Fisioterapi Muskuloskeletal

Fisioterapi musculoskeletal merupakan spesisalisasi fisioterapi yang menangani gangguan gerak dan fungsi akibat disfungsi sistem otot, sendi, rangka/tulang tubuh, dlsb. Spesialisasi jenis ini memiliki banyak kasus yang dapat ditangani dengan fisioterapi seperti osteoartritis, osteoporosis, rheumathoid arthritis, paska operasi patah tulang, frozen shoulder (bahu kaku), trigger finger (nyeri di jari-jari), cedera olahraga, dlsb. Metode yang biasa digunakan antara lain dengan elektroterapi, ultrasound, diathermi (penghangatan), laser, joint manipulation, soft tissue manipulative, kinesiotappin, splinting, dan exercise therapy.
  1. Fisioterapi Neuromuskuler

Spesialisasi fisioterapi ini lebih banyak menangani dampak dari gangguan sistem saraf yang menyebabkan gangguan gerak dan fungsi tubuh. Ganguan/penyakit saraf yang dapat ditangani yaitu hernia nucleosus pulposus (HNP/saraf kejepit), stroke, parkinson, cerebral palsy (kelumpuhan sistem motorik pada anak-anak), dll. Pendekatan/metode fisioterapi yang biasa dilakukan spesialisasi ini yaitu elektroterapi, bobath, proprioceptive neuromuscular fascilitation, motor re-learning program, dlsb.
  1. Fisioterapi Kardiovaskulopulmonal

Jenis fisioterapi ini mencakup pelayanan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas fungsi jantung, paru-paru, dan jaringan sekitarnya. Kelainan yang dapat ditangani seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hipertensi, dan paska operasi jantung maupun paru-paru. Beberapa metode fisioterapi yang dilakukan pada spesialisasi ini yaitu chest physiotherapy, breathing exercises, postural drainage, cardiopulmonal endurance exercises (sepeda statis, treadmill), dlsb.
  1. Fisioterapi Integumen dan Kesehatan Wanita

Bidang pelayanan fisioterapi tidak hanya terbatas pada gangguan fungsi organ dalam tapi dapat menangani gangguan kulit maupun kesehatan pada wanita. Walau spesialisasi ini terbilang baru dikenal oleh beberapa kalangan, banyak juga gangguan yang dapat ditangani yaitu acne vulgaris (jerawat), selulit, paska luka bakar, luka paska operasi, nyeri haid, gangguan menyusui, dan sebelum maupun setelah melahirkan. Metode yang digunakan antara lain laser, ultrasound, senam hamil, pelvic floor exercises, dan masase payudara.