Menu
Terapi Stroke *

Terapi Stroke *

Metode Fisioterapi Sebagai Terapi Stroke

Hampir semua insan paska stroke (IPS) mengalami gangguan dalam bergerak dan beraktivitas sehari-hari. Mereka biasanya mengalami kesulitan saat berpindah posisi saat tidur, bangun dari posisi duduk, mengerakkan kedua lengan, berdiri maupun berjalan.

Masa periode emas (golden period) penanganan pemulihan paska stroke adalah 3 bulan setelah terjadinya serangan. Jika keterbatasan gerak dan fungsi tubuh insan paska stroke tidak segera ditangani saat 3 bulan setelah serangan, akan terjadi kecacatan anggota gerak yang nantinya bersifat permanen.

Fisioterapi sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang berbasis ilmu biomekanik (ilmu gerak tubuh) memiliki peran yang besar dalam memulihkan gangguan gerak dan fungsi yang dialami IPS. Terdapat banyak metode/pendekatan fisioterapi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi anggota gerak tubuh yang masih tersisa pada penderita stroke. Berikut ini beberapa metode fisioterapi yang sering fisioterapis lakukan sebagai terapi stroke:

Terapi Stroke 1

Bobath (Neuro Developmental Treatment)

NDT atau Bobath adalah suatu teknik yang dikembangkan oleh Karel dan Bertha Bobath pada tahun 1997. Metode ini khususnya ditujukan untuk menangani gangguan sistem saraf pusat seperti stroke. Metode ini dimulai dengan mula-mula menekankan reflek-reflek abnormal yang patologis menjadi penghambat terjadinya gerakan-gerakan normal.

Metode NDT mempunyai beberapa teknik antara lain inhibisi/penghambatan dari postur yang abnormal dan ketegangan otot, stimulasi terhadap otot-otot yang mengalami kelemahan, dan fasilitasi pola gerak normal. Tujuan konsep NDT adalah memperbaiki dan mengajarkan postur dan pola gerak yang normal serta mencegah kecacatan lebih lanjut. Prinsip terapi Bobath dalam penanganan pasien stroke yaitu:

Simetris dalam sikap dan gerakan,
Seaktif mungkin mengikutsertakan sisi yang sakit pada segala kegiatan,
Pemakaian gerakan-gerakan aktivitas sehari-hari dalam terapi,
Terapi dilakukan bertahap,
Pembelajaran bukan diarahkan pada gerakannya, tetapi pada perasaan/feel gerakan,
Terapi dilakukan secara individu.

PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation)

PNF (proprioceptive neuromuscular facilitation) adalah metode fasilitasi pada sistem otot dan saraf dengan merangsang propioseptif (bagian sendi anggota gerak untuk merasakan gerak dan posisi). Metode ini berusaha memberikan rangsangan-rangsangan yang sesuai dengan reaksi yang dikehendaki, yang pada akhirnya akan dicapai kemampuan atau gerakan yang terkoordinasi. Lewat rangsangan-rangsangan tadi fisioterapis berusaha untuk mengkaktifkan kembali mekanisme pergerakan tubuh dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan aktivitas sehari-hari. Prinsip dasar metode PNF berdasarkan ilmu proses tumbuh kembang, prinsip neurofisiologis (kondisi normal sistem saraf) dan prinsip ilmu gerak. Metode PNF, memiliki beberapa manfaat untuk menambah kekuatan otot, relaksasi, memperbaiki koordinasi, mengurangi nyeri, menambah lingkup gerak sendi, menambah stabilitasi tubuh, mengajarkan kembali gerakan yang normal, dan
memperbaiki postur.

Teknik PNF sebagai terapi stroke yang dapat dilakukan pada pasien stroke:

Rhythmical Initiation

Teknik yang dipakai untuk otot dengan menggunakan gerakan-gerakan pasif, aktif, dan dengan tahanan.

Timing for Emphasis

Bentuk gerakan dimana bagian tubuh yang lemah mendapat stimulasi gerakan ekstra dari bagian yang lebih kuat.

Contract Relax

Suatu teknik dimana otot yang menegang dikontraksikan lalu saat rileks kemudian diulur.

Slow Reversal

Teknik dimana kontraksi otot dilakukan bergantian antara otot penggerak dan otot penstabil gerakkan tanpa terjadi penguluran otot.

Motor Relearning Program (MRP)

MRP pertama kali dikembangkan oleh Janet H. Carr dan Roberta Shepherd, yang merupakan dua orang fisioterapis Australia pada tahun 1980-an. MRP memberikan alternatif metode pendekatan atau terapi pada penderita stroke. Terapi stroke ini membutuhkan partisipasi aktif dari pasien karena MRP melibatkan pembelajaran kembali (relearning) aktivitas fungsional yang sangat bermanfaat bagi pasien. Program ini berdasarkan pada empat faktor penting untuk mempelajari keterampilan motorik dan re-learning kontrol motorik, yaitu eliminasi dari aktivitas otot yang tidak diperlukan, umpan balik, pelatihan, serta hubungan antara pengaturan postur dengan gerakan. Re-learning yang ada pada program ini merupakan latihan keterampilan yang sudah dimiliki pasien stroke yang akan dibantu oleh fisioterapis. Para terapis akan mengarahkan dan menjelaskan latihan-latihan yang akan dilakukan pasien stroke.

MRP terdiri dari tujuh sesi latihan yang mewakili fungsi penting (tugas motorik) dari kehidupan sehari-hari yang dikelompokkan menjadi:

Fungsi ekstremitas atas,
Fungsi orofasial,
Gerakan motorik saat dari tidur ke duduk di tepi tempat tidur,
Keseimbangan duduk,
Posisi duduk ke berdiri,
Keseimbangan berdiri

Efektivitas dari ketiga metode fisioterapi untuk terapi stroke tersebut bergantung dari kemampuan fisioterapis berdasarkan kompetensinya untuk mengetahui menganalisa kemampuan motorik pasien, kemampuan untuk menjelaskan kepada pasien dengan jelas dan mudah dimengerti, melakukan re-evaluasi kemampuan pasien pada setiap sesi latihan dan terakhir adalah menyediakan lingkungan yang positif bagi pasien. Kesemua kompetensi atau keahlian tersebut dapat anda temui dari pelayanan para fisioterapis-fisioterapis kami yang handal di:

Klinik NK Health

Jl. Arjuna Utara No. 89, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

No. Telp.: (021) 568 8284, 568 8285 ext.305

HP: 0878 7762 0119

Last modified onThursday, 19 October 2017 14:06
Rate this item
(0 votes)
More in this category: « Sakit Pinggang Cedera Kaki »
back to top